Skip to main content

Sudahkah salib Kristus jadi sarana pertobatan dan pengakuan saya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah ?

Image https://i0dotwpdotcom/bibleaskdotorg/wp-content/uploads/2017/10/Simon-of-Cyrenedotjpg

Sudahkah saya belajar & praktekkan pengalaman hidup seorang yg bukan murid Yesus Kristus pd mulanya, Simon dari Kirene, yg ikut menanggung salib Yesus Kristus menjadi berkat baginya dan berakhir dengan pengakuannya bahwa Yesus Kristus sungguh Anak Allah, melawan arus zaman now yg trendnya menolak memikul salib itu serta mengingkari Dia Anak Allah dgn berbagai alasan cerdas, masuk akal dan logis manusia2 duniawi yg mengaku sebagai umatNya ?

Kembali kesaksian Yesus Kristus, roh nubuat, seterang matahari membuat saya kembali beroleh terang permata2 kebenaran yang Dia mau saya pahami dan jadi pedoman hidup saya utk beriman hanya kepadaNya dan bersedia utk kedatanganNya yg sdh di depan pintu

Sementara mereka mempertimbangkan apa yang harus dilakukan, Simon, seorang Kirene, datang dari arah yang berlawanan, bertemu dengan orang banyak, ditangkap atas dorongan para imam, dan dipaksa untuk memikul salib Kristus. 

Anak-anak Simon adalah murid Yesus, tetapi dia sendiri tidak pernah terhubungan denganNya. 

Kesempatan ini adalah salah satu yang menguntungkan baginya. Salib yang terpaksa ia pikul menjadi sarana pertobatannya. 

Simpatinya tergerak untuk mendukung Yesus; dan peristiwa Kalvari, dan kata-kata yang diucapkan oleh Juruselamat menyebabkan dia mengakui bahwa Dia adalah Anak Allah. 

Simon selamanya merasa bersyukur kepada Allah atas pemeliharaan yang menempatkannya pada posisi untuk menerima bukti bagi dirinya sendiri bahwa Yesus adalah Penebus dunia. {PrT 7 Januari 1886, par. 11}

Tulisan aslinya :

While they were considering what to do, Simon, a Cyrenian, coming from an opposite direction, met the crowd, was seized at the instigation of the priests, and compelled to carry the cross of Christ. The sons of Simon were disciples of Jesus, but he himself had never been connected with him. This occasion was a profitable one for him. The cross he was forced to bear became the means of his conversion. His sympathies were deeply stirred in favor of Jesus; and the events of Calvary, and the words uttered by the Saviour caused him to acknowledge that he was the Son of God. Simon ever after felt grateful to God for the providence which placed him in a position to receive evidence for himself that Jesus was the world’s Redeemer. {PrT January 7, 1886, par. 11}


Comments

Popular posts from this blog

Adakah makanan yang bahaya bagi kesehatan & memicu kejahatan moral ?

Sdr/i, benarkah reformasi kesehatan terkait dengan hal menginjil ? benarkah reformasi kesehatan terkait dengan pekabaran utama  gereja advent yakni pekabaran tiga malaikat ? benarkah makan daging buruk bagi kesehatan ? memicu kejahatan moral ? Terjemahan bebas roh nubuat mengamarkan : "Kebenaran masa kini terletak pada reformasi kesehatan, sama pentingnya dengan hal-hal penting terkait penginjilan" "Reformasi kesehatan adalah bagian penting dari pekabaran malaikat ketiga" "Inspirasi telah datang kepada saya selama bertahun-tahun bahwa makan daging tidak baik bagi kesehatan atau moral" "Kejahatan moral dari kebiasaan makan daging tidak kurang bahayanya dibanding penyakit fisik. Makan daging berbahaya bagi kesehatan, mempengaruhi tubuh, memiliki efek pada pikiran dan jiwa" Tulisan aslinya: "Present truth lies in the work of health reform as verily as in other features of gospel work." 6T 327 "The health reform is an ...

Hanya Yesus Kristus yang mampukan saya taat pada hukum Allah, 'gak ada yg lain yg bisa?

Oleh pengorbanan Anak Allah, Yesus Kristus, sebuah jalan terbuka di mana saya dapat kembali kepada Allah. Melalui kasih karunia Kristus saja, saya dapat dimampukan untuk taat pada hukum Bapa ? Melalui kasih karunia Kristus saya akan hidup dalam ketaatan pada hukum Allah yang ditulis di hati saya. Memiliki Roh Kristus, saya akan berjalan seperti Kristus berjalan ? Hukum Allah sudah ada sebelum penciptaan manusia kalau tidak Adam tidak bisa berdosa. Setelah pelanggaran Adam asas-asas hukum tidak diubah, tetapi secara pasti diatur dan diekspresikan untuk menemui manusia dalam kondisi kejatuhannya.  Kristus, dalam berunding dengan Bapa-Nya, menetapkan sistem persembahan korban: bahwa kematian, alih-alih datang ke si pelanggar, namun dialihkan kepada korban yang seharusnya menggambarkan persembahan yang besar dan sempurna dari Anak Allah.  Melalui godaan2 Setan, seluruh umat manusia telah menjadi pelanggar hukum Allah, tetapi oleh pengorbanan Anak-Nya sebuah jalan terbuka di mana m...

Ukuran kasih Allah adalah Kristus, Anak Allah, satu-satunya, yang DIA kurbankan bagi saya yang hanyalah debu tanah

Hukum Allah, kekal, kasih, karakterNYA, kudus, adil, baik, ekspresi pikiran dan kehendakNYA ? Mengubah hukum Allah = menyangkal Allah ? Saya siap menerima sang Penghibur; saya membuka pintu hati dan mengundang Juruselamat masuk ? Semoga roh Kristus, kasih Allah, menghibur hati saya, mengusir kegelapan, menyingkirkan kekuatan tipu musuh, masuk ke dalam jiwa saya, agar saya dapat duduk bersama di tempat-tempat surgawi bersama Kristus Yesus ? Kasih adalah atribut surgawi. Hati saya tidak dapat menghasilkannya. Tumbuhan surgawi ini hanya tumbuh di tempat Kristus berkuasa dalam hidup saya ? sudahkah Kristus Terutama & Pertama dalam hidup saya sekarang, jika belum maka sesungguhnya saya belum punya kasih yang ori ? Hukum Allah, pada hakikatnya, tidak berubah. Itu adalah wahyu dari kehendak dan karakter Pengarangnya.  Allah adalah kasih, dan hukum-Nya adalah kasih.  Dua prinsip besarnya adalah kasih kepada Allah dan kasih kepada manusia.  “Kasih adalah pemenuhan hukum.” Roma...