Sudahkah roh Kristus, Anak Allah, diam dalam hati saya yg membuahkan kasih dlm hidup saya, sudahkah saya satu denganNya sehingga Allah diam di dalam saya & saya jadi kawan sekerja Allah ?
Sudahkah saya menginginkan karakter dan perilaku saya memiliki sifat yang mengekspresikan iman saya yang selalu mencapai standar yang lebih suci dan lebih tinggi ?
Pada akhirnya saya yg mengaku orang Kristen yang hatinya telah tersentuh dengan keindahan karakter Juruselamat, harus mempraktikkan apa yang saya pelajari di sekolah Kristus setiap hari ?
Gal. 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.
Kita harus duduk di kaki Kristus sebagai pembelajar yang berkelanjutan, dan bekerja dengan karunia iman dan kasih-Nya. Kita kemudian akan mengenakan kuk Kristus, dan mengangkat beban-Nya, dan Kristus akan mengenali kita sebagai satu dengan-Nya; di surga akan dikatakan, "Kamu adalah kawan sekerja Allah."
Dan kita telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa mengutus Anak untuk menjadi Juruselamat dunia. Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah diam di dalam dia, dan dia di dalam Allah. Dan kita telah mengetahui dan percaya kasih yang Allah miliki untuk kita. Allah adalah kasih; dan dia yang diam dalam kasih, diam di dalam Allah, dan Allah di dalam dia. {YI 2 Agustus 1894, par. 2}
“Tinggallah di dalam Aku, dan Aku di dalam kamu.” Tinggal di dalam Kristus berarti menerima terus-menerus RohNya, hidup berserah diri tanpa pamrih untuk pelayananNya. Saluran komunikasi harus terbuka terus menerus antara manusia dengan Allah nya. Sebagaimana ranting pohon anggur terus-menerus menarik sari dari pokok anggur yang hidup, demikian pula kita melekat pada Yesus, dan menerima dariNya dengan iman kekuatan dan kesempurnaan karakterNya sendiri. {DA 676.2}
Kita ingin karakter dan perilaku kita memiliki sifat yang mengekspresikan iman kita. Agama Yesus Kristus berarti kemajuan; itu berarti selalu mencapai standar yang lebih suci dan lebih tinggi. Orang Kristen yang hatinya telah tersentuh dengan keindahan karakter Juruselamat, harus mempraktikkan apa yang dia pelajari di sekolah Kristus. Kita harus menjadi murid yang tepat di sekolah Kristus, dengan mudah mempelajari apa yang Dia ajarkan kepada kita dari hari ke hari. {YI 13 September 1894, par. 4}
Tulisan aslinya :
We are to sit at Christ's feet as continual learners, and to work with His gifts of faith and love. We shall then wear Christ's yoke, and lift His burdens, and Christ will recognize us as one with Him; in heaven it will be said, “Ye are labourers together with God.” {SD 71.3}
And we have seen and do testify, that the Father sent the Son to be the Saviour of the world. Whosoever shall confess that Jesus is the Son of God, God dwelleth in him, and he in God. And we have known and believed the love that God hath to us. God is love; and he that dwelleth in love, dwelleth in God, and God in him. {YI August 2, 1894, par. 2}
“Abide in Me, and I in you.” Abiding in Christ means a constant receiving of His Spirit, a life of unreserved surrender to His service. The channel of communication must be open continually between man and his God. As the vine branch constantly draws the sap from the living vine, so are we to cling to Jesus, and receive from Him by faith the strength and perfection of His own character. {DA 676.2}
We want our character and conduct both to be of such a nature as will be expressive of our faith. The religion of Jesus Christ means progress; it means to be ever reaching upward to a holier and higher standard. The Christian whose heart has been touched with the beauty of the Saviour’s character, is to put into practice that which he learns in the school of Christ. We must be apt pupils in the school of Christ, readily learning that which he teaches us from day to day. {YI September 13, 1894, par. 4}
Comments
Post a Comment