Kenapa pekabaran utk mengenal satu-satunya Allah yg benar & Yesus Kristus, Anak Allah yg kekal, utusanNYA, sdh 'kadaluarsa' bagi para pembawa firman?
Kenapa Ny White merasa sedih mendapati banyak yang menolak untuk percaya bahwa Kristus adalah Anak Allah?
Tahukah saya, jika pekabaran ini mau dikumandangkan dgn nyaring dan sering, ini akan memadamkan ketidakpercayaan?
Sayangnya, benarkah perilaku orang2 yg menyebut diri pengikut Yesus Kristus tapi tdk menghidupkan kebenaran Kristus, tidak melakukan tugas yg seharusnya dilakukannya?
Tahukah saya, orang yg mengaku kristen pun potensial jadi seorang antikristus? ('gak wajib 'orang luar' saja)
https://teriaknyaringrohnubuat.blogspot.com/2020/04/tahukah-saya-orang-yg-mengaku-kristen.html
Terjemahan bebas roh nubuat mengamarkan :
Sementara Firman Allah berbicara tentang kemanusiaan Kristus ketika berada di bumi ini, Firman itu juga berbicara dengan jelas mengenai keberadaan-Nya yang sudah ada sebelumnya.
Firman itu adalah makhluk Ilahi, Anak Allah yang kekal, dalam persatuan dan kesatuan dengan Bapa-Nya.
Dari kekekalan Dia adalah Pengantara perjanjian, Dia yang di dalamNya semua bangsa di bumi, baik orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi, jika mereka menerima Dia, akan diberkati.
"Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah"
Sebelum manusia atau malaikat diciptakan, Firman itu ada bersama Allah, dan adalah Allah ....
“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus” [Yohanes 17: 3].
Firman yang kekal menjelma jadi manusia dan tinggal di antara kita.
Tema ini akan memadamkan ketidakpercayaan; namun, sayangnya, Yesus telah dikeluarkan dari banyak khotbah yang diberitakan oleh para pendeta Advent. Mengapa?
Karena para pelayan ini tidak memiliki Yesus tinggal di dalam hati mereka melalui iman; mereka tidak berpakaian dengan kebenaran Kristus.
Bacalah doa yang Kristus persembahkan bagi umat-Nya tepat sebelum pencobaan dan penyaliban-Nya. Kristus dalam kodrat manusiawi-Nya menderita kekecewaan dan cobaan. Ketika saya (EGW) membaca dalam Alkitab tentang berapa banyak yang menolak untuk percaya bahwa Kristus adalah Anak Allah, kesedihan memenuhi hati saya. Kita membaca bahwa bahkan saudara-saudara-Nya sendiri menolak untuk percaya kepada-Nya.
Dalam berbicara tentang keberadaan-Nya yang sudah ada jauh sebelumnya, Kristus membawa pikiran kembali melalui zaman tanpa tanggal.
Dia meyakinkan kita bahwa tidak pernah ada waktu dimana Dia tidak memiliki persekutuan yang erat dengan Allah yang kekal.
Tulisan aslinya :
But while God's Word speaks of the humanity of Christ when upon this earth, it also speaks decidedly regarding His preexistence. The Word existed as a divine being, even as the eternal Son of God, in union and oneness with His Father. From everlasting He was the Mediator of the covenant, the One in whom all nations of the earth, both Jews and Gentiles, if they accepted Him, were to be blessed. “The Word was with God, and the Word was God.” Before men or angels were created, the Word was with God, and was God.... LHU 74.5
“And this is life eternal, that they might know Thee the only true God, and Jesus Christ, whom Thou hast sent” [John 17:3]. The eternal Word became flesh and dwelt among us. This theme will quench unbelief; and yet, sad to say, Jesus has been dropped out of many, many discourses that have been preached by Seventh-day Adventist ministers. And why? Because these ministers had not Jesus abiding in their hearts by faith; they were not clothed with Christ's righteousness.—Manuscript 16, 1890. VSS 315.2
Read the prayer that Christ offered for His people just before His trial and crucifixion. Christ in His human nature suffered disappointment and trials. When I read in the Bible of how many refused to believe that Christ was the Son of God, sadness fills my heart. We read that even His own brethren refused to believe in Him. TDG 369.2
In speaking of His preexistence, Christ carries the mind back through dateless ages. He assures us that there never was a time when He was not in close fellowship with the eternal God. LHU 17.7
Tahukah saya, jika pekabaran ini mau dikumandangkan dgn nyaring dan sering, ini akan memadamkan ketidakpercayaan?
Sayangnya, benarkah perilaku orang2 yg menyebut diri pengikut Yesus Kristus tapi tdk menghidupkan kebenaran Kristus, tidak melakukan tugas yg seharusnya dilakukannya?
Tahukah saya, orang yg mengaku kristen pun potensial jadi seorang antikristus? ('gak wajib 'orang luar' saja)
https://teriaknyaringrohnubuat.blogspot.com/2020/04/tahukah-saya-orang-yg-mengaku-kristen.html
Terjemahan bebas roh nubuat mengamarkan :
Sementara Firman Allah berbicara tentang kemanusiaan Kristus ketika berada di bumi ini, Firman itu juga berbicara dengan jelas mengenai keberadaan-Nya yang sudah ada sebelumnya.
Firman itu adalah makhluk Ilahi, Anak Allah yang kekal, dalam persatuan dan kesatuan dengan Bapa-Nya.
Dari kekekalan Dia adalah Pengantara perjanjian, Dia yang di dalamNya semua bangsa di bumi, baik orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi, jika mereka menerima Dia, akan diberkati.
"Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah"
Sebelum manusia atau malaikat diciptakan, Firman itu ada bersama Allah, dan adalah Allah ....
“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus” [Yohanes 17: 3].
Firman yang kekal menjelma jadi manusia dan tinggal di antara kita.
Tema ini akan memadamkan ketidakpercayaan; namun, sayangnya, Yesus telah dikeluarkan dari banyak khotbah yang diberitakan oleh para pendeta Advent. Mengapa?
Karena para pelayan ini tidak memiliki Yesus tinggal di dalam hati mereka melalui iman; mereka tidak berpakaian dengan kebenaran Kristus.
Bacalah doa yang Kristus persembahkan bagi umat-Nya tepat sebelum pencobaan dan penyaliban-Nya. Kristus dalam kodrat manusiawi-Nya menderita kekecewaan dan cobaan. Ketika saya (EGW) membaca dalam Alkitab tentang berapa banyak yang menolak untuk percaya bahwa Kristus adalah Anak Allah, kesedihan memenuhi hati saya. Kita membaca bahwa bahkan saudara-saudara-Nya sendiri menolak untuk percaya kepada-Nya.
Dalam berbicara tentang keberadaan-Nya yang sudah ada jauh sebelumnya, Kristus membawa pikiran kembali melalui zaman tanpa tanggal.
Dia meyakinkan kita bahwa tidak pernah ada waktu dimana Dia tidak memiliki persekutuan yang erat dengan Allah yang kekal.
Tulisan aslinya :
But while God's Word speaks of the humanity of Christ when upon this earth, it also speaks decidedly regarding His preexistence. The Word existed as a divine being, even as the eternal Son of God, in union and oneness with His Father. From everlasting He was the Mediator of the covenant, the One in whom all nations of the earth, both Jews and Gentiles, if they accepted Him, were to be blessed. “The Word was with God, and the Word was God.” Before men or angels were created, the Word was with God, and was God.... LHU 74.5
“And this is life eternal, that they might know Thee the only true God, and Jesus Christ, whom Thou hast sent” [John 17:3]. The eternal Word became flesh and dwelt among us. This theme will quench unbelief; and yet, sad to say, Jesus has been dropped out of many, many discourses that have been preached by Seventh-day Adventist ministers. And why? Because these ministers had not Jesus abiding in their hearts by faith; they were not clothed with Christ's righteousness.—Manuscript 16, 1890. VSS 315.2
Read the prayer that Christ offered for His people just before His trial and crucifixion. Christ in His human nature suffered disappointment and trials. When I read in the Bible of how many refused to believe that Christ was the Son of God, sadness fills my heart. We read that even His own brethren refused to believe in Him. TDG 369.2
In speaking of His preexistence, Christ carries the mind back through dateless ages. He assures us that there never was a time when He was not in close fellowship with the eternal God. LHU 17.7
Comments
Post a Comment