Tahukah saya, saat saya berpikir saya netral, sesungguhnya saya sedang jadi musuhNYA?
Terjemahan bebas tulisan inspirasi mengamarkan :
Bekerja bagi Kristus tidak mengenal kata netral, tidak berpihak, Dia nyatakan "Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan"
Yesus melihat dan membaca seperti buku yang terbuka setiap motif yang menggerakkan orang, yang hati nuraninya menyatakan mereka bersalah. Kontroversi hebat semakin kuat.
Banyak yang mencoba bersikap netral saat dalam krisis, tetapi mereka gagal.
Tidak ada yang bisa menjadi netral.
Mereka yang berusaha membuat dirinya netral sedang menggenapi kata-kata Kristus, “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon" (pasal 6:24).
Mereka yang memulai kehidupan Kristen mereka dengan menjadi setengah-setengah, apa pun niat mereka, akhirnya akan ditemukan berada di pihak musuh.
Tulisan aslinya :
In Christ’s work there can be no neutrality, no middle ground He declared, “He that is not with me, is against me, and he that gathereth not with me scattereth abroad.” Jesus saw and read like an open book the motives which actuated those before him, whose consciences pronounced them guilty. The great controversy was waxing strong. {1888 911.2}
Many have tried neutrality in a crisis, but they have failed in their purpose. No one can maintain a neutral ground. Those who endeavor to do this will fulfill Christ’s words, “No man can serve two masters: for either he will hate the one, and love the other; or else he will hold to the one, and despise the other. Ye cannot serve God and mammon” (chap. 6:24). Those who begin their Christian life by being half and half, whatever may be their intentions, will at last be found enlisted on the enemy’s side. {TDG 240.3}
Terjemahan bebas tulisan inspirasi mengamarkan :
Bekerja bagi Kristus tidak mengenal kata netral, tidak berpihak, Dia nyatakan "Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan"
Yesus melihat dan membaca seperti buku yang terbuka setiap motif yang menggerakkan orang, yang hati nuraninya menyatakan mereka bersalah. Kontroversi hebat semakin kuat.
Banyak yang mencoba bersikap netral saat dalam krisis, tetapi mereka gagal.
Tidak ada yang bisa menjadi netral.
Mereka yang berusaha membuat dirinya netral sedang menggenapi kata-kata Kristus, “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon" (pasal 6:24).
Mereka yang memulai kehidupan Kristen mereka dengan menjadi setengah-setengah, apa pun niat mereka, akhirnya akan ditemukan berada di pihak musuh.
Tulisan aslinya :
In Christ’s work there can be no neutrality, no middle ground He declared, “He that is not with me, is against me, and he that gathereth not with me scattereth abroad.” Jesus saw and read like an open book the motives which actuated those before him, whose consciences pronounced them guilty. The great controversy was waxing strong. {1888 911.2}
Many have tried neutrality in a crisis, but they have failed in their purpose. No one can maintain a neutral ground. Those who endeavor to do this will fulfill Christ’s words, “No man can serve two masters: for either he will hate the one, and love the other; or else he will hold to the one, and despise the other. Ye cannot serve God and mammon” (chap. 6:24). Those who begin their Christian life by being half and half, whatever may be their intentions, will at last be found enlisted on the enemy’s side. {TDG 240.3}
Comments
Post a Comment