Ajaran nenek moyang saya lebih berhikmat dari firman TUHAN, itu turun temurun sudah diajarkan, jadi saya wajib lakukan, kalo engga saya gak dihormat'in... rugi dong
jemaah harus lebih nurut saya daripada TUHAN, saya mobilisasi mereka untuk demo dan lawan TUHAN, siapa takut...
Terjemahan bebas roh nubuat mengamarkan :
Hukum Allah yang tidak dicampur dengan tradisi manusia disajikan Kristus sebagai standar ketaatan yang utama.
Ini membangkitkan permusuhan para rabi (pemuka agama). Mereka telah membuat ajaran manusia di atas firman Allah, dan telah menjauhkan orang-orang dari ajaran TUHAN.
Mereka tidak mau melepaskan perintah-perintah ciptaan manusia untuk mematuhi persyaratan firman Allah. Mereka tidak akan, atas nama kebenaran, mengorbankan kesombongan akal budi dan pujian manusia.
Ketika Kristus datang, menyatakan maksud Allah kepada bangsa2, para imam dan penatua menyangkal hak TUHAN untuk menempatkan diri di antara mereka dan jemaah.
Mereka tidak menerima teguran dan peringatan TUHAN , mereka mengatur orang2 untuk melawanNYA.
Tulisan aslinya :
The law of God unmixed with human tradition was presented by Christ as the great standard of obedience.
This aroused the enmity of the rabbis. They had set human teaching above God’s word, and had turned the people away from His precepts.
They would not give up their man-made commandments in order to obey the requirements of the word of God. They would not, for the truth’s sake, sacrifice the pride of reason and the praise of men.
When Christ came, presenting to the nation the claims of God, the priests and elders denied His right to interpose between them and the people. They would not accept His rebukes and warnings, and they set themselves to turn the people against Him and to compass His destruction. {COL 304.4}
jemaah harus lebih nurut saya daripada TUHAN, saya mobilisasi mereka untuk demo dan lawan TUHAN, siapa takut...
Terjemahan bebas roh nubuat mengamarkan :
Hukum Allah yang tidak dicampur dengan tradisi manusia disajikan Kristus sebagai standar ketaatan yang utama.
Ini membangkitkan permusuhan para rabi (pemuka agama). Mereka telah membuat ajaran manusia di atas firman Allah, dan telah menjauhkan orang-orang dari ajaran TUHAN.
Mereka tidak mau melepaskan perintah-perintah ciptaan manusia untuk mematuhi persyaratan firman Allah. Mereka tidak akan, atas nama kebenaran, mengorbankan kesombongan akal budi dan pujian manusia.
Ketika Kristus datang, menyatakan maksud Allah kepada bangsa2, para imam dan penatua menyangkal hak TUHAN untuk menempatkan diri di antara mereka dan jemaah.
Mereka tidak menerima teguran dan peringatan TUHAN , mereka mengatur orang2 untuk melawanNYA.
Tulisan aslinya :
The law of God unmixed with human tradition was presented by Christ as the great standard of obedience.
This aroused the enmity of the rabbis. They had set human teaching above God’s word, and had turned the people away from His precepts.
They would not give up their man-made commandments in order to obey the requirements of the word of God. They would not, for the truth’s sake, sacrifice the pride of reason and the praise of men.
When Christ came, presenting to the nation the claims of God, the priests and elders denied His right to interpose between them and the people. They would not accept His rebukes and warnings, and they set themselves to turn the people against Him and to compass His destruction. {COL 304.4}
Comments
Post a Comment