Hati2 jika ajaran kekristenan hanya menekankan cinta, kasih saja utk menggambarkan Tuhan, itu wujud baru dari spiritualisme ? ( hukum2Nya, masalah dosa malah tidak diajarkan, semua hanya tentang kasih, mengasihi, cinta, mencintai ), ajaran2 kekristenan yg hanya mengkhotbahkan yg manis2, ygindah2, yg enak didengar, yg hanya memainkan emosi jemaah, dimana skrg banyak kita temui ajaran2 kekristenan seperti ini ? itu bentuk baru ajaran Setan, ajaran spiritualisme
Terjemahan bebas roh nubuat mengamarkan :
Memang benar spiritualisme sekarang mengubah wujudnya dan menjilati beberapa sifatnya yang lebih tidak menyenangkan, mengasumsikan sebuah kedok Kristen. Tetapi ucapan-ucapannya telah ada di hadapan publik selama bertahun-tahun, dan dalam hal ini karakter nyata mereka terungkap. Ajaran-ajaran ini tidak dapat disangkal atau disembunyikan.
Bahkan dalam bentuknya yang sekarang, yang jauh dari lebih toleran daripada sebelumnya, hal itu (spiritualisme) sesungguhnya lebih berbahaya, karena bentuk penipuannya yang lebih halus. Walau sebelumnya (spiritualisme) mengecam Kristus dan Alkitab, sekarang mengaku menerima keduanya. Tetapi Alkitab ditafsirkan dengan cara yang menyenangkan hati yang belum diubahkan, sementara kebenarannya yang agung dan vital tidak ada pengaruhnya. Cinta tinggal sebagai atribut utama Tuhan, tetapi itu terdegradasi menjadi sentimentalisme yang lemah, membuat sedikit perbedaan antara yang baik dan yang jahat. Keadilan Tuhan, pengingkaran-Nya terhadap dosa, persyaratan hukum-Nya yang kudus, semuanya tidak terlihat. Orang-orang diajarkan untuk menganggap Dekalog sebagai surat mati. Hal2 menyenangkan, cerita2 dongeng mempesona yang memikat indra dan mengarahkan manusia untuk menolak Alkitab sebagai dasar iman mereka. Kristus benar-benar ditolak seperti sebelumnya; tetapi Setan telah begitu membutakan mata orang-orang bahwa penipuan itu tidak dilihat.
Tulisan aslinya :
It is true that spiritualism is now changing its form and, veiling some of its more objectionable features, is assuming a Christian guise. But its utterances from the platform and the press have been before the public for many years, and in these its real character stands revealed. These teachings cannot be denied or hidden. {GC 557.2}
Even in its present form, so far from being more worthy of toleration than formerly, it is really a more dangerous, because a more subtle, deception. While it formerly denounced Christ and the Bible, it now professes to accept both. But the Bible is interpreted in a manner that is pleasing to the unrenewed heart, while its solemn and vital truths are made of no effect. Love is dwelt upon as the chief attribute of God, but it is degraded to a weak sentimentalism, making little distinction between good and evil. God’s justice, His denunciations of sin, the requirements of His holy law, are all kept out of sight. The people are taught to regard the Decalogue as a dead letter. Pleasing, bewitching fables captivate the senses and lead men to reject the Bible as the foundation of their faith. Christ is as verily denied as before; but Satan has so blinded the eyes of the people that the deception is not discerned. {GC 558.1}
Terjemahan bebas roh nubuat mengamarkan :
Memang benar spiritualisme sekarang mengubah wujudnya dan menjilati beberapa sifatnya yang lebih tidak menyenangkan, mengasumsikan sebuah kedok Kristen. Tetapi ucapan-ucapannya telah ada di hadapan publik selama bertahun-tahun, dan dalam hal ini karakter nyata mereka terungkap. Ajaran-ajaran ini tidak dapat disangkal atau disembunyikan.
Bahkan dalam bentuknya yang sekarang, yang jauh dari lebih toleran daripada sebelumnya, hal itu (spiritualisme) sesungguhnya lebih berbahaya, karena bentuk penipuannya yang lebih halus. Walau sebelumnya (spiritualisme) mengecam Kristus dan Alkitab, sekarang mengaku menerima keduanya. Tetapi Alkitab ditafsirkan dengan cara yang menyenangkan hati yang belum diubahkan, sementara kebenarannya yang agung dan vital tidak ada pengaruhnya. Cinta tinggal sebagai atribut utama Tuhan, tetapi itu terdegradasi menjadi sentimentalisme yang lemah, membuat sedikit perbedaan antara yang baik dan yang jahat. Keadilan Tuhan, pengingkaran-Nya terhadap dosa, persyaratan hukum-Nya yang kudus, semuanya tidak terlihat. Orang-orang diajarkan untuk menganggap Dekalog sebagai surat mati. Hal2 menyenangkan, cerita2 dongeng mempesona yang memikat indra dan mengarahkan manusia untuk menolak Alkitab sebagai dasar iman mereka. Kristus benar-benar ditolak seperti sebelumnya; tetapi Setan telah begitu membutakan mata orang-orang bahwa penipuan itu tidak dilihat.
Tulisan aslinya :
It is true that spiritualism is now changing its form and, veiling some of its more objectionable features, is assuming a Christian guise. But its utterances from the platform and the press have been before the public for many years, and in these its real character stands revealed. These teachings cannot be denied or hidden. {GC 557.2}
Even in its present form, so far from being more worthy of toleration than formerly, it is really a more dangerous, because a more subtle, deception. While it formerly denounced Christ and the Bible, it now professes to accept both. But the Bible is interpreted in a manner that is pleasing to the unrenewed heart, while its solemn and vital truths are made of no effect. Love is dwelt upon as the chief attribute of God, but it is degraded to a weak sentimentalism, making little distinction between good and evil. God’s justice, His denunciations of sin, the requirements of His holy law, are all kept out of sight. The people are taught to regard the Decalogue as a dead letter. Pleasing, bewitching fables captivate the senses and lead men to reject the Bible as the foundation of their faith. Christ is as verily denied as before; but Satan has so blinded the eyes of the people that the deception is not discerned. {GC 558.1}
Comments
Post a Comment