Yesus Kristus mau saya jadi orang kristen yang berjaga, orang kristen yang bekerja untuk kemajuan Injil, saya sudah bikin apa ? Yesus Kristus mau saya makin mengasihiNya, makin mengasihi sesama manusia, saya sudah lakukan ? Yesus Kristus mau saya mengambil bagian dalam penderitaanNya, saya mau gak ?
Terjemahan bebas roh nubuat mengamarkan :
Di dunia saat ini banyak orang yang menutup mata terhadap bukti-bukti yang telah Kristus berikan sebagai peringatan akan kedatangan-Nya yang kedua. Mereka berusaha untuk menutupi semua ketakutan, sementara pada saat yang sama tanda-tanda akhir zaman dengan cepat digenapi, dan dunia sedang menuju waktu kedatangaan Anak manusia yang akan segera terungkap dari awan surga.
Paulus mengajarkan adalah berdosa jika tidak peduli dengan tanda2 kedatangan Kristus yang kedua. Mereka yang bersalah karena melalaikan hal ini dia sebut sebagai anak-anak malam dan kegelapan. Dia mendorong untuk berjaga-jaga dan sadar dengan kata-kata ini: "Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar"
Penting bagi gereja di zaman kita adalah ajaran rasul pada hal ini. Bagi mereka yang hidup di akhir zaman , kata-kata Paulus disampaikan dengan kekuatan yang mengamarkan : "Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan. Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia"
Orang Kristen yang berjaga adalah orang Kristen yang bekerja, yang melakukan semua yang ada dalam kuasanya untuk kemajuan Injil. Kasih mereka untuk Penebusnya meningkat, demikian juga kasih bagi sesama manusia. Mereka memiliki cobaan yang berat, seperti Gurunya; tetapi mereka tidak membiarkan kesengsaraan mengganggu emosinya atau menghancurkan kedamaian pikirannya. Mereka tahu bahwa pencobaan, jika ditanggung dengan baik, akan memurnikan dan membawa ke dalam persekutuan yang lebih erat dengan Kristus. Mereka yang mengambil bagian dalam penderitaan Kristus juga akan mengambil bagian dari penghiburanNya dan akhirnya berbagi kemuliaanNya.
Tulisan aslinya :
There are in the world today many who close their eyes to the evidences that Christ has given to warn men of His coming. They seek to quiet all apprehension, while at the same time the signs of the end are rapidly fulfilling, and the world is hastening to the time when the Son of man shall be revealed in the clouds of heaven. Paul teaches that it is sinful to be indifferent to the signs which are to precede the second coming of Christ. Those guilty of this neglect he calls children of the night and of darkness. He encourages the vigilant and watchful with these words: “But ye, brethren, are not in darkness, that that day should overtake you as a thief. Ye are all the children of light, and the children of the day: we are not of the night, nor of darkness. Therefore let us not sleep, as do others; but let us watch and be sober.” {AA 260.1}
Especially important to the church in our time are the teachings of the apostle upon this point. To those living so near the great consummation, the words of Paul should come with telling force: “Let us, who are of the day, be sober, putting on the breastplate of faith and love; and for a helmet, the hope of salvation. For God hath not appointed us to wrath, but to obtain salvation by our Lord Jesus Christ, who died for us, that, whether we wake or sleep, we should live together with Him.” {AA 260.2}
The watchful Christian is a working Christian, seeking zealously to do all in his power for the advancement of the gospel. As love for his Redeemer increases, so also does love for his fellow men. He has severe trials, as had his Master; but he does not allow affliction to sour his temper or destroy his peace of mind. He knows that trial, if well borne, will refine and purify him, and bring him into closer fellowship with Christ. Those who are partakers of Christ’s sufferings will also be partakers of His consolation and at last sharers of His glory. {AA 261.1}
Terjemahan bebas roh nubuat mengamarkan :
Di dunia saat ini banyak orang yang menutup mata terhadap bukti-bukti yang telah Kristus berikan sebagai peringatan akan kedatangan-Nya yang kedua. Mereka berusaha untuk menutupi semua ketakutan, sementara pada saat yang sama tanda-tanda akhir zaman dengan cepat digenapi, dan dunia sedang menuju waktu kedatangaan Anak manusia yang akan segera terungkap dari awan surga.
Paulus mengajarkan adalah berdosa jika tidak peduli dengan tanda2 kedatangan Kristus yang kedua. Mereka yang bersalah karena melalaikan hal ini dia sebut sebagai anak-anak malam dan kegelapan. Dia mendorong untuk berjaga-jaga dan sadar dengan kata-kata ini: "Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar"
Penting bagi gereja di zaman kita adalah ajaran rasul pada hal ini. Bagi mereka yang hidup di akhir zaman , kata-kata Paulus disampaikan dengan kekuatan yang mengamarkan : "Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan. Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia"
Orang Kristen yang berjaga adalah orang Kristen yang bekerja, yang melakukan semua yang ada dalam kuasanya untuk kemajuan Injil. Kasih mereka untuk Penebusnya meningkat, demikian juga kasih bagi sesama manusia. Mereka memiliki cobaan yang berat, seperti Gurunya; tetapi mereka tidak membiarkan kesengsaraan mengganggu emosinya atau menghancurkan kedamaian pikirannya. Mereka tahu bahwa pencobaan, jika ditanggung dengan baik, akan memurnikan dan membawa ke dalam persekutuan yang lebih erat dengan Kristus. Mereka yang mengambil bagian dalam penderitaan Kristus juga akan mengambil bagian dari penghiburanNya dan akhirnya berbagi kemuliaanNya.
Tulisan aslinya :
There are in the world today many who close their eyes to the evidences that Christ has given to warn men of His coming. They seek to quiet all apprehension, while at the same time the signs of the end are rapidly fulfilling, and the world is hastening to the time when the Son of man shall be revealed in the clouds of heaven. Paul teaches that it is sinful to be indifferent to the signs which are to precede the second coming of Christ. Those guilty of this neglect he calls children of the night and of darkness. He encourages the vigilant and watchful with these words: “But ye, brethren, are not in darkness, that that day should overtake you as a thief. Ye are all the children of light, and the children of the day: we are not of the night, nor of darkness. Therefore let us not sleep, as do others; but let us watch and be sober.” {AA 260.1}
Especially important to the church in our time are the teachings of the apostle upon this point. To those living so near the great consummation, the words of Paul should come with telling force: “Let us, who are of the day, be sober, putting on the breastplate of faith and love; and for a helmet, the hope of salvation. For God hath not appointed us to wrath, but to obtain salvation by our Lord Jesus Christ, who died for us, that, whether we wake or sleep, we should live together with Him.” {AA 260.2}
The watchful Christian is a working Christian, seeking zealously to do all in his power for the advancement of the gospel. As love for his Redeemer increases, so also does love for his fellow men. He has severe trials, as had his Master; but he does not allow affliction to sour his temper or destroy his peace of mind. He knows that trial, if well borne, will refine and purify him, and bring him into closer fellowship with Christ. Those who are partakers of Christ’s sufferings will also be partakers of His consolation and at last sharers of His glory. {AA 261.1}
Comments
Post a Comment