Apa saya perlu belajar seperti Yesus Kristus dgn mengandalkan 'ada tertulis' ? siapa yang mendukung dan melestarikan ketidaktahuan manusia akan Kitab Suci ? 'anak buah' sang penipu ulung itu mempertahankan kepura-puraan sehingga hampir2 saja diakui di seluruh dunia sebagai khalifah Tuhan, wah... apa saya harus makin rajin dan tekun belajar Alkitab dan roh nubuat supaya saya gak ketipu ya... ?
Terjemahan bebas roh nubuat mengamarkan :
Setan tahu benar bahwa Kitab Suci memungkinkan manusia memahami tipuannya dan menahan kuasanya. Dengan Kitab Suci Juruselamat dunia telah menahan serangan Setan. Pada setiap serangan, Kristus menyatakan perisai kebenaran kekal dengan mengatakan, “Ada tertulis.”
Agar Setan dapat tetap mempertahankan kekuasaannya atas manusia, dan menetapkan otoritas kepausan, ia harus tetap menjaga manusia dalam ketidaktahuan akan Kitab Suci. Alkitab akan meninggikan Allah dan menempatkan manusia yang terbatas dalam posisi mereka yang sebenarnya; karena itu kebenaran sakralnya harus disembunyikan.
Logika ini dipakai oleh Gereja Roma. Selama ratusan tahun, peredaran Alkitab dilarang. Orang-orang dilarang membaca atau menyimpannya di rumah mereka, dan para imam dan pendeta yang tidak berprinsip menafsirkan ajarannya untuk mempertahankan kepura-puraan mereka. Sehingga paus hampir2 saja diakui di seluruh dunia sebagai khalifah Tuhan yang memiliki otoritas atas gereja dan negara.
Tulisan aslinya :
Satan well knew that the Holy Scriptures would enable men to discern his deceptions and withstand his power. It was by the word that even the Saviour of the world had resisted his attacks. At every assault, Christ presented the shield of eternal truth, saying, “It is written.” To every suggestion of the adversary, He opposed the wisdom and power of the word. In order for Satan to maintain his sway over men, and establish the authority of the papal usurper, he must keep them in ignorance of the Scriptures. The Bible would exalt God and place finite men in their true position; therefore its sacred truths must be concealed and suppressed. This logic was adopted by the Roman Church. For hundreds of years the circulation of the Bible was prohibited. The people were forbidden to read it or to have it in their houses, and unprincipled priests and prelates interpreted its teachings to sustain their pretensions. Thus the pope came to be almost universally acknowledged as the vicegerent of God on earth, endowed with authority over church and state. {GC 51.3}
Terjemahan bebas roh nubuat mengamarkan :
Setan tahu benar bahwa Kitab Suci memungkinkan manusia memahami tipuannya dan menahan kuasanya. Dengan Kitab Suci Juruselamat dunia telah menahan serangan Setan. Pada setiap serangan, Kristus menyatakan perisai kebenaran kekal dengan mengatakan, “Ada tertulis.”
Agar Setan dapat tetap mempertahankan kekuasaannya atas manusia, dan menetapkan otoritas kepausan, ia harus tetap menjaga manusia dalam ketidaktahuan akan Kitab Suci. Alkitab akan meninggikan Allah dan menempatkan manusia yang terbatas dalam posisi mereka yang sebenarnya; karena itu kebenaran sakralnya harus disembunyikan.
Logika ini dipakai oleh Gereja Roma. Selama ratusan tahun, peredaran Alkitab dilarang. Orang-orang dilarang membaca atau menyimpannya di rumah mereka, dan para imam dan pendeta yang tidak berprinsip menafsirkan ajarannya untuk mempertahankan kepura-puraan mereka. Sehingga paus hampir2 saja diakui di seluruh dunia sebagai khalifah Tuhan yang memiliki otoritas atas gereja dan negara.
Tulisan aslinya :
Satan well knew that the Holy Scriptures would enable men to discern his deceptions and withstand his power. It was by the word that even the Saviour of the world had resisted his attacks. At every assault, Christ presented the shield of eternal truth, saying, “It is written.” To every suggestion of the adversary, He opposed the wisdom and power of the word. In order for Satan to maintain his sway over men, and establish the authority of the papal usurper, he must keep them in ignorance of the Scriptures. The Bible would exalt God and place finite men in their true position; therefore its sacred truths must be concealed and suppressed. This logic was adopted by the Roman Church. For hundreds of years the circulation of the Bible was prohibited. The people were forbidden to read it or to have it in their houses, and unprincipled priests and prelates interpreted its teachings to sustain their pretensions. Thus the pope came to be almost universally acknowledged as the vicegerent of God on earth, endowed with authority over church and state. {GC 51.3}
Comments
Post a Comment